Penyakit lain juga dapat dideteksi melalui mata dengan tanda-tanda sebagai berikut
- Kelainan kelopak mata:
- Kelopak mata menurun (kelainan saraf, usia tua, atau kencing manis).
- Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan saraf atau tumor).
- Kelopak mata bengkak (ginjal, jantung, alergi, dan sinusitis).
- Kelopak mata tidak dapat berkedip (lepra).
- Kelopak mata berkedip secara berlebihan (kelainan saraf/ otak).
- Mata merah
- tanpa nyeri (cacingan, TBC, alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor)
- dengan nyeri hebat (rematik, sifilis, sarkoidosis, lupus (penyakit), kencing manis (kadang kadang mata nyeri saat dibuka di waktu bangun)
- disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan vitamin A).
- Lingkaran putih di sekeliling kornea pada usia muda (tingginya kolesterol).
- Katarak pada usia dini (di bawah usia 61 tahun) menandakan kencing manis. Ibu hamil yang selama masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya lahir dengan katarak.
Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika
penyakit mata disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan
jika penyebabnya alergi tidak akan menular. Cara penanganan dan
pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda, tergantung
penyebabnya. Berikut ini beragam penyakit mata yang perlu Anda ketahui :
agar tidak terjadi glaukoma karena kepekaan syaraf pada otot
konjungtiva pada mata
Miopi
Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak
jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.dapat dibantu dengan kacamata
berlensa cekung. Hipermetropi Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak
dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan
kacamata berlensa cembung.
Presbiopi
Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang
berjarak dekat maupun berjarak jauh.Dapat dibantu dengan kacamata
berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia. Kerabunan dan kebutaan Buta
berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta
bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti
seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta
maupun rabun biasanya "membaca" dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf
Braille.
Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak
dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam,
abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan.
Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
Katarak Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi
buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia
(lansia). Astigmatis = ketidakaturan lengkung - lengkung permukaan bias
mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina(bintik
kuning). Dapat dibantu dengan kacamata slinder/Operasi refraktif.
Rabun senja
Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata
kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat
sore hari saja.
Konjungtivitis(menular)
Merupakan penyakit mata akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi
di bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, berarir,
terasa nyeri, gatal, penglihatan kabur, dan keluar kotoran. Penyakit ini
mudah menular dan bisa berlangsung berbulan-bulan. Beberapa faktor
menjadi penyebabnya, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu,
serbuk, angin, bulu atau asap), pemakaian lensa kontak dalam jangka
waktu panjang dan kurang bersih. Bayi pun bisa mengalami sakit mata,
hanya penyebabnya berbeda yaitu karena infeksi ketika melewati jalan
lahir. Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal dan
umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep
antibiotika untuk mematikan bakteri penyebabnya. Jika Anda atau keluarga
mengalami penyakit ini, lakukan penanganannya dengan cara berikut:
Kompres mata dengan air hangat Gunakan obat tetes mata atau salep
antibiotika seseui resep dokter. Bersihkan tangan sebelum mengoleskan
salep agar iritasi tidak tambah parah. Cegah penularan penyakit ke orang
lain dengan memisahkan alat-alat yang digunakan oleh Anda dan
orang-orang.
Trakoma (menular)
Infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang
berkembang biak di lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta bisa
menular. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, khususnya di negara
berkembang. Memiliki gejala : mata memerah, mengeluarkan kotoran,
pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening dan kornea terlihat
keruh.
Penanganan :
Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari orang lain.
Salep antibiotika mengandung tetracycline dan erthromycin biasanya akan
diberikan selama satu bulan atau lebih. Jika tidak segera ditangani
dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut pada kornea sehingga
menyebabkan bulu mata melipat ke dalam lalu terjadi gangguan
penglihatan. Pembedahan mungkin perlu dilakukan jika terjadi kelainan
bentuk pada kelopak mata atau kornea. Keratokonjungtivitas Vernalis (KV)
Penyakit iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat
alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Memiliki gejala mata merah,
berair, kelopak mata bengkak, gatal, dan adanya kotoran mata. KV
merupakan peradangan yang berulang atau musimam dan penderitanya
cenderung kambuh, khususnya di musim panas. Kadang ada penderita KV yang
mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea sehingga menyebabkan
nyeri yang akut. Penanganannya dengan cara berikut : Jangan menyentuh
atau menggosok mata karena bisa menyebabkan iritasi. Kompres mata dengan
air hangat. Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.
Endoftalmitis Infeksi pada lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata
bernanah. Gejalanya mata merah, terasa nyeri bahkan sampai mengalami
gangguan penglihatan. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera
ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan. Penyebab biasanya karena
mata tertusuk sesuatu.
Penanganan:
Obat antibiotika biasanya akan diberikan oleh dokter mata Dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan nanah yang ada di bola mata.
Selulitis Orbitalis (SO)
Penyakit mata akibat peradangan pada jaringan di sekitar bola mata.
Gejalanya mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol
dan bengkak, serta demam. Pada anak-anak, SO sering terjadi akibat
cedera mata, infeksi sinus atau infeksi berasal dari gigi. Dokter
biasanya akan melakukan rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus untuk
memastikan penyebabnya. Jika tidak segera mendapatkan penanganan,
penyakit bisa berakibat fatal, seperti buta, infeksi otak atau pembekuan
darah di otak. Berikut penanganan yang bisa Anda lakukan : Jika kasus
tergolong ringan, dapat diberikan antibiotika secara oral. Pada kasus
berat akan diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau melakukan
pembedahan untuk mengeluarkan nanah atau mengeringkan sinus yang
terinfeksi.
Blefaritis
Peradangan yang terjadi pada kelopak mata akibat produksi minyak
berlebihan dan berasal dari lapisan mata. Memiliki gejala berupa mata
merah, panas, nyeri, gatal, berarti, terdapat luka di bagian kelopak
mata dan membengkak, bahkan rontoknya bulu mata. Blefaritis terbagi dua
jenis, yaitu blefaritis anterior (peradangan mata bagian luap depan
yaitu di melekatnya bulu mata, disebabkan bakteri stafilokukus). Dan
blefaritis posterior (peradangan di kelopak mata bagian dalam, bagian
kelopak mata dan bersentuhan dengan mata, disebabkan adanya kelainan
pada kelenjar minyak).
Penanganan:
Rajin membersihkan sekitar kelopak mata untuk menghilangkan kelebihan
minyak dengan menggunakan pembersih khusus. Salep antibiotika untuk
membunuh bakteri.
Dakrosistitis
Penyakit mata yang disebabkan penyumbatan pada duktus nasolakrimalis
(saluran yang mengalirkan air mata ke hidung). Penyumbatan disebabkan
alergi sehingga menyebabkan infeksi di sekitar kantung air mata yang
menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bisa mengeluarkan nanah dan
mengalami demam.
Penanganan:
Pemberian antiobiotika oral atau melalui pembuluh darah. Pengompresan
dengan air hangat di sekitar kantung air mata. Pembedahan perlu
dilakukan jika terjadi kantung nanah.
Ulkus Kornea (UK)
Infeksi pada kornea bagian luar dan biasanya terjadi akibat jamur,
virus, protozoa, atau beberapa jenis bakteri seperti stafilokokus,
pseudomonas atau pneumokukus. Awalnya bisa karena kelilipan atau
tertusuk benda asing. Penyakit ini bisa terjadi di seluruh permukaan
kornea sampai bagian dalam dan belakang kornea. Ketika penyakit ini
memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang
lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris
(Selaput pelangi) dan kerusakan mata. Memiliki gejala mata merah, gatal,
berair, nyeri, muncul kotoran mata, peka pada cahaya, terdapat bintik
nanah warna kuning keputihan pada bagian kornea, dan gangguan
penglihatan.
Penanganan:
Perlu melakukan pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata,
pengukuran kornea,dan tes respons refleks pupil. UK tingkat ringan dapat
ditangani dengan tetes mata mengandung antibiotika, antivirus atau
antijamur. Jika berat mungkin memerlukan pembedahan untuk pencangkokan
kornea.
Degenerasi Makula
Pada orang yang berusia di atas 65 tahun, kebutaan permanen mungkin
saja terjadi. Penyebabnya adalah degenerasi makula yang dapat mengganggu
penglihatan fungsional Anda.
Makula adalah bagian dari retina yang berfungsi untuk mengatur fokus
pandangan. Selain usia, degenerasi makula bisa disebabkan diabetes,
merokok, obesitas, dan hipertensi.
Penanganan
Degenerasi makula dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang mengandung lutein dan zeaxanthin. Misalnya, daun pepaya, bayam, kol Brussels, kuning telur, jagung, avokad, kacang pistachio, goji berries, paprika oranye, kiwi, anggur, jus jeruk, dan zucchini. Degenerasi makula juga bisa dihambat dengan memperbanyak konsumsi minyak ikan Omega-3.
Cara Menjaga Kesehatan Mata
- Riwayat kesehatan mata keluarga
Bicaralah pada anggota keluarga terutama orang tua Anda. Apakah orang
tua Anda di diagnosis mengalami penyakit mata keturunan. Hal ini karena
dapat menentukan Anda, apakah Anda beresiko tinggi terkena penyakit mata
atau tidak.
- Jaga jarak pandang
Jaga jarak pandang ketika sedang berada dilayar komputer maupun TV.
Jarak pandang yang ideal sekitar 50-100cm. Seperti juga halnya ketika
sedang membaca buku. Jarak yang ideal ketika membaca buku sekitar 30cm.
Hal ini dimaksudkan agar dapat terhindar dari miopi atau rabun dekat.
- Hindari kebiasaan mengucek mata
Jangan sering mengucek mata ketika mata terasa gatal. Ketika tangan Anda
kotor sehabis memegang suatu benda dapat menginfeksi organ mata yang
dapat berakibat sangat buruk untuk kesehatan mata.
- Istirahatkan mata
Jangan paksakan mata untuk berlama-lama membaca buku atau berada di
depan layar komputer. Jika Anda terlalu lama, mata akan sakit.
Isitirahatkan mata selama beberapa menit.
- Makan makanan yang mengandung vitamin A
Makan makanan seperti wortel yang mengandung vitamin A. Hal, ini dikarenakan wortel mengandung vitamin A dan beta karoten yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata Anda.
- Pakai pelindung mata
Cobalah untuk memakai pelindung mata dalam berbagai kegiatan aktivitas
seperti saat berkendara, olahraga, dan sebagainya. Banyak kacamata yang
dirancang khusus untuk olahraga untuk menghindari terjadinya cedera mata
dan terhindar dari debu.
- Periksa mata
Periksakan mata Anda secara rutin agar dapat terhindar dari penyakit yang menyerang mata sewaktu-waktu.
- Berhenti merokok
Bagi orang perokok, usahakan agar menghentikan kebiasaan merokok mulai
sekarang. Ini dikarenakan, dapat berpotensi mengalami sejumlah penyakit
mata seperti katarak dan kerusakan saraf optik pada mata.
Sistem Kerja Mata
Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata
dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini
memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan
salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat
melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat
di belakangnya terdapat iris, selain memberi warna pada mata, iris juga
dapat mengubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang
masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada
di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak
mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk
mengurangi cahaya yang masuk ke mata. Sistem pengaturan otomatis yang
bekerja pada mata bekerja sebagaimana berikut.
Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikirimkan ke
otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan
cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot
di sekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja
bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan
cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata.
Karena otot-otot di sekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari
berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina.
Semua sistem yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi
jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan teknologi terbaru, bahkan sistem perekaman gambar buatan paling modern
di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika
kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk
membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh
lebih unggulnya teknologi penciptaan mata.
Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk kristal yang penuh dengan buah-buahan,
cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan
iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi
pada retina, sehingga sel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya
ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin.
Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin.
Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat
bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini
kemudian diikuti gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia
bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai
senyawa bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat
satu protein lain bernama phosphodiesterase
yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang
dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai
serangkaian reaksi kimia dalam sel.
Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energi listrik, energi
ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina.
Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud seperti
foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal
ini berisi informasi visual objek di luar mata. Agar mata dapat melihat
sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam
pusat penglihatan di otak. Namun sel-sel saraf tidak berhubungan
langsung satu sama lain ada celah kecil yang memisah titik-titik
sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan
perjalanannya di sini serangkaian mekanisme rumit terjadi energi listrik
diubah menjadi energi kimia tanpa kehilangan informasi
yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu
sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang
terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi
yang datang dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain.
Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya, sinyal ini diubah lagi
menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke tempat titik
sambungan lainnya. Dengan cara ini sinyal berhasil mencapai pusat
penglihatan pada otak, di sini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya sistem
sempurna yang terdiri atas ratusan komponen kecil ini dan semua
rentetan peristiwa yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1
detik.
Definisi MATA... :)
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya.
Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui
apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih
kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Organ mata manusia
Organ luar
Organ dalam
Bagian-bagian pada organ mata bekerja sama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf. Bagian-bagian tersebut adalah:
- Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata-rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
- Pupil dan iris
Dari kornea, cahaya akan di
- Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
- teruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas
cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan
melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi
ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.
Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
- Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus
cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk
melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan
menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari
dekat), lensa mata akan menebal.
- Retina atau Selaput Jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
- Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.[1]